Sabtu, 14 November 2009

Struktur Organisasi Perusahaan

DATA PERUSAHAAN

NAMA : PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.
DITETAPKAN : 16 Januari 2003, sesuai SK Direksi PT PLN (Persero)
No. 010.K/010/DIR/2003
KANTOR INDUK : Jl. M.I. Ridwan Rais No. 1 Jakarta 10110 Indonesia
BISNIS UTAMA : • Penjualan Tenaga Listrik
• Pengoperasian, pemeliharaan & pengembang Jaringan Tenaga Listrik Sistem Tegangan Menengah (20 KV) dan Jaringan Tegangan Rendah (220 V)
TOTAL ASSET : Rp. 2,8 Trilyun
SDM : 3.475 Orang ( status Agustus 2005 )
JUMLAH PELANGGAN : 3.073.413 pelanggan ( status Maret 2005 )
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PERUSAHAAN
Visi PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
Sebagai satu kesatuan usaha PLN. PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang memiliki Visi “Menjadi perusahaan distribusi tenaga listrik yang handal, tangguh dan berkembang”.

Misi PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang

Misi yang diemban adalah :
• Melaksanakan bisnis distribusi tenaga listrik yang berorientasi kepada pelanggan, karyawan dan pemilik.
• Meningkatkan profesionalisme SDM
• Menjadikan bisnis tenaga listrik sebagai sarana pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
• Melaksanakan usaha sesuai kaidah bisnis

Tujuan PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
• Korporatisasi (kelayakan keuangan) sebagai perusahaan yang mandiri
• Transparansi/akuntabilitas dalam bidang peran, tugas, tanggung jawab & wewenang
• Peningkatan efisiensi dan pengembangan usaha

Sasaran PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
• Menyiapkan Strategi Unit Bisnis menjadi anak perusahaan yang mandiri.
• Meningkatkan Customer Value, Share holder Value dan Employee Value.
• Meningkatkan kompetensi dan efektifitas kinerja SDM.
• Mengupayakan penerapan tarif tenaga listrik sesuai dengan nilai ekonominya (Customer Oriented Company)
• Menyediakan tenaga listrik dengan jumlah dan kualitas yang memadai sesuai dengan kaidah bisnis yang wajar.

SELAYANG PANDANG
Jakarta sebagai ibukota negara, pusat pemerintahan dan barometer perekonomian nasional memerlukan dukungan energi listrik yang besar, bermutu dan handal.
PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang merupakan salah satu ujung tombak PLN dalam melayani pelanggan diwilayah DKI Jakarta. Kotamadya Tangerang, Kabupaten Tangerang, serta sebagian Kabupaten Bogor, Kabupaten Depok dan Kabupaten Bekasi. Total luas wilayah operasi adalah 2.067 km2.
Tugas pokok PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. meliputi distribusi, penjualan tenaga listrik dan pelayanan pelanggan. Operasionalisasi tugas pokok tersebut dikendalikan melalui unsur pelaksana yang terdiri dari 35 Area Pelayanan yang tersebar dipenjuru Jakarta dan Tangerang, didukung oleh 4 Area Jaringan dan 1 Area Pengatur Distribusi.
Pengembangan bisnis dilakukan dengan berpedoman pada konsep re¬tail dan wire, dimana retail menekankan pada aktivitas bisnis berorientasi pelanggan dan wire memfokuskan pada pengembangan jaringan fisik untuk mendukung layanan bagi pelanggan.
Dari sisi retail kegiatan dilaksanakan oleh Area Pelayanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan melalui peningkatan efektivitas dan efisiensi proses bisnis yang saling berkaitan. Model pelayanan yang dibangun adalah one stop service. Dari sisi wire kegiatan dilaksanakan oleh Area Jaringan dengan tujuan menjaga mutu dan keandalan pasokan tenaga listrik.
Dengan didukung oleh aplikasi sistem informasi yang berbasis teknologi mutakhir, menjadikan sistem pelayanan pelanggan PLN Disjaya & Tangerang menjadi lebih mudah, sehingga pelanggan dapat menikmati kemudahan-kemudahan proses pelayanan seperti :
• Komunikasi antara Area Pelayanan (AP) dan Area Jaringan (AJ), serta tempat pembayaran (bank), sehingga program pelayanan satu atap (one stop services) dapat dengan mudah dilaksanakan.
• Pelanggan dapat mengetahui/monitor status rekening (berjalan atau tunggakan) secara online melalui aplikasi info rekening yang tersedia.
• Penelusuran data lebih mudah, terutama jika ada complaint dari pelanggan.
Sesuai dengan visi PLN, yaitu menjadi perusahaan pelayanan berkelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumbuh pada potensi insani, PT PLN (Persero) Disjaya dan Tangerang terus berusaha meningkatkan kualitas manajemen mutu dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggannya. Berkat keseriusan menjalankan proses bisnisnya, PT PLN (Persero) Disjaya dan Tangerang berhasil dalam meningkatkan prestasi kerja dan mendapatkan beberapa penghargaan, diantaranya:
• Memperoleh Sertifikat ISO 9001: 2000 oleh sepuluh unit Area Pelayanan (APL) dan Area Jaringan (AJ) di akhir Desember 2004 oleh Badan Sertifikasi SAI Global Indonesia (SAI Global) dan PT PLN (Persero) Jasa Sertifikasi. Pemberian sertifikat ISO 9001: 2000 diberikan sehubungan dengan prestasi yang telah dicapai oleh unit Area Pelayanan di bidang pelayanan pelanggan, pembacaan meter, pembuatan rekening, pembukuan pelanggan, penagihan dan pengawasan kredit.
• Di Bulan Maret 2005, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Quadrant Positioning and Branding, Call Center 123 PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang memperoleh penghargaan sebagai call center terbaik pada kategori perusahaan public service oleh Majalah Marketing dan Center of Customer Satisfaction & Loyalty.

STRUKTUR ORGANISASI
untuk melihat struktuk organisasi perusahaan tersebut anda bisa mengklik link di bawah ini!
http://www.plnjaya.co.id/profil/Profil.asp?IdM=6

SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
Sejarah berdirinya PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang diawali pada tahun 1897, yaitu dengan mulai digarapnya bidang listrik oleh salah satu perusahaan Belanda (NV NIGM) yang ditandai dengan pendirian pusat pembangkitan tenaga listrik (PLTU) yang berlokasi di Gambir.
Sejalan dengan pasang surutnya sejarah perjuangan bangsa, maka pada masa pemerintahan Jepang NV NIGM (Belanda) diambil alih oleh Pemerintah Jepang yang pada akhirnya dialihkan ke perusahaan Djawa Denki Jogyosha Djakarta Shisha.
Dengan berakhirnya kekuasaan Jepang pada 17 Agustus 1945, maka dibentuklah Djawatan Listrik dan Gas Tjabang Djakarta yang selanjutnya dikembalikan lagi kepada pemilik asal (NV NIGM) pada tahun 1947 dan namanya berubah menjadi NV OGEM. Kemudian dengan berakhirnya masa konsesi NV OGEM Cabang Jakarta yang selanjutnya diikuti dengan nasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia sesuai Keputusan Menteri PU dan Tenaga No. U 16/9/I tanggal 30 Desember 1953, maka pada tanggal 01 Januari 1954 dilakukan serah terima dan pengelolaannya diserahkan ke Perusahaan Listrik Jakarta dengan wilayah kerjanya adalah meliputi Jakarta Raya dan Ranting Kebayoran & Tangerang.
Seiring dengan berjalannya waktu, maka perubahanpun terus bergulir sesuai kronologi berikut ini:
1. Berdasarkan UU No. 19 tahun 1960 dan PP No. 67 tahun 1961, dibentuk Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU PLN) khusus untuk wilayah Jakarta dengan nama Perusahaan Listrik Negara Exploitasi XII.
2. Berdasarkan SK Direksi BPU PLN No. Kpts/030/DIRPLN/62 tanggal 21 Desember 1962, wilayah kerja PLN Exploitasi XII dibagi menjadi 7 buah distrik dengan kelas yang berbeda-beda.
3. Pada tahun 1965 terjadi perubahan tanggung jawab, dimana PLN Exploitasi XII meliputi Cabang Gambir & Cempaka Putih, Jakarta Kota, Kebayoran, Jatinegara & Cawang, Tangerang dan Cabang Tanjung Priok pada tahun 1970.
4. Berdasarkan PP No. 18 tahun 1972, status Perusahaan Listrik Negara dirubah menjadi Perusahaan Umum Listrik Negara.
5. >Berdasarkan Peraturan Menteri PUTL No. 01/Prt/1973 tanggal 23 Maret 1973, PLN Exploitasi XII dirubah menjadi Perum Listrik Negara Distribusi IV yang meliputi Cabang Gambir, Kota, Kebayoran, Jatinegara, Tanjung Priok, Tngerang dan Bengkel Karet.
6. Berdasarkan SK Menteri PUTL No. 45/Kpts/1976 tanggal 8 Agustus 1976, nama PLN Distribusi IV dirubah menjadi PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (sesuai SE Direksi PLN No. 025/PST/1976 tanggal 17 April 1976).
7. Berdasarkan penjelasan dan pengumuman Pemerintah tentang pembentukan Kabinet Pembangunan III tanggal 29 Maret 1978, PLN yang semula bernaung di bawah Departemen PUTL dialihkan menjadi di bawah naungan Departemen Pertambangan dan Energi.
8. Pada kurun waktu 1984 s/d 1988 terjadi beberapa penambahan Unit Kerja, sehingga PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang memiliki tujuh cabang sebagai unsur pelaksana, satu unit pengatur distribusi dan satu bengkel pemeliharaan kelistrikan. Dua yang disebut terakhir adalah sebagai unsur penunjang:
9. Berdasarkan PP No. 23 tahun 1994 tanggal 16 Juni 1994, PLN yang dulunya dikenal sebagai PERUM berubah statusnya menjadi PERSERO, sehingga namanya berubah menjadi PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.
10. Berdasarkan White Paper Mentamben Agustus 1998, maka Pemerintah meluncurkan kebijakan Restrukturisasi Sektor Ketenagalistrikan sesuai Keputusan Menko WASPAN No. 39/KEP/MK.WASPAN/9/1998 serta kebijakan PT PLN (Persero) Kantor Pusat, maka PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya & Tangerang diarahkan kepada Stategic Business Unit/Investment Centre.
11. Sehubungan dengan butir no. 10 di atas, maka Direksi PLN telah mengeluarkan SK No. 161.K/010/DIR/2000 tanggal 05 September 2000 tentang organisasi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang. Sesuai SK Direksi tersebut, maka susunan organisasi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang adalah sebagai berikut:
a. Unsur Pimpinan adalah General Manager
b. Unsur pembantu pimpinan, meliputi bidang-bidang:
1. Pemasaran dan Pengembangan Usaha
2. Pelayanan Pelanggan
3. Komersil
4. Perencanaan
5. Operasi dan Pelayanan Gangguan
6. Pemeliharaan
7. Logistik
8. Teknologi Informasi
9. Keuangan
10. Akuntansi
11. Organisasi dan SDM
12. Hukum
13. Hubungan Masyarakat
14. Umum
c. Unsur Pengawasan, oleh Auditor Intern
d. Unit Pelayanan (UP)
e. Unit Pengelola Jaringan (UPJ)
f. Unit Gardu Induk
g. Unit Pengatur Distribusi (UPD)
12. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No.010.K/010/DIR/2003 tanggal 16 Januari 2003 tentang Organisasi PT PLN (Persero) Distribusi se Jawa-Bali, maka susunan organisasi PT PLN (Persero) Distribusi se Jawa-Bali sebagai berikut :
a. Unsur Pimpinan adalah General Manager
b. Unsur pembantu pimpinan, meliputi bidang-bidang:
1. Perencanaan
2. Distribusi
3. Niaga
4. Keuangan
5. SDM dan Organisasi
6. Komunikasi Hukum dan Administrasi
c. Unsur Pengawasan, oleh Auditor Intern
d. Area Pelayanan (AP)
e. Area Jaringan (AJ)
f. Area Pengatur Distribusi (APD)
g. Area Pelayanan dan Jaringan :
- Unit Pelayananan
- Unit Pelayananan Jaringan
- Unit Pelayananan dan Jaringan
( untuk sementara struktur organisasi PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang masih mengacu kepada butir No.11 )

PELUANG DAN KEUNGGULAN
Peluang
Tingginya pertumbuhan akan permintaan tenaga listrik yang mencapai 11% sebelum terjadinya krisis moneter, merupakan suatu peluang bisnis yang menjanjikan.
Pemulihan ekonomi yang mulai bergulir saat ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan akan permintaan tenaga listrik yang sempat terpuruk pada tahun 1998. Hal ini terlihat dari angka pertumbuhan yang bergerak naik dari -8,96% pada tahun 1998 menjadi 6,45% pada tahun 1999 dan sesuai perkiraan menjadi 12,75% pada akhir tahun 2000.
Keunggulan
Memiliki sistem kelistrikan yang andal, dengan dukungan sistem Jaringan Tenaga Listrik (JTL) yang terdiri dari:
• Sistem JTL yang lengkap yang terdiri dari JTM 11.510 Kms, JTR 25.087 Kms, Gardu Distribusi (GD) 11.006 unit, Gardu Hubung (GH) 173 unit (status Januari 2003) dan konfigurasi jaringan yang sedemikian rupa sehingga menjamin keandalan pasokan tenaga listrik ke konsumen.
• Tersebarnya Area-Area Pelayanan yang berjumlah 35 unit di Wilayah Distribusi Jakarta dan Tangerang yang mendekati konsentrasi pelanggan, sehingga menjamin kecepatan pelayanan kepada masyarakat pelanggan.

Dikutip dari google.com/www.plnjaya.co.id

Label:

Diriku ya Diriku Bukan Dirimu atau Kalian

Aku dilahirkan disalah satu kota di Indonesia yaitu kota Bekasi, pada saat itu tepat tanggal 14 Mei tahun 1991. Sekarang aku duduk di bangku kuliah, Universitas Gunadarma adalah tempat kuliahku. Aku anak pertama dari dua bersaudara, adikku perempuan namanya Bella Yunita. Banyak yang bilang wajahku mirip dengan Umi/Ibu (dari kecil ku sudah dibiasakan memanggil Ibuku dengan sebutan Umi) mungkin tidak hanya wajah, fisik keseluruhan juga mirip dengan umi seperti badan yang agak gemuk, rambut yang ikal, hidung yang kurang mancung. Jikalau ku mirip dengan Babeh (sebutan untuk Bapak karena aku asli Bekasi) mungkin badanku tinggi, hidungku juga mancung karena menurutku Babeh ganteng untuk ukuran bapak- bapak kebanyakan. Biarpun umurku sudah 18 tahun lebih sifatku terkadang masih kekanak-kanakan. Itu juga opini dari orang-orang yang kenla denganku, selain kekanak-kanakan kata mereka aku lucu, tidak tau lucunya dari mana tapi kata mereka kalau aku ngomong aku selalu membuat mereka tertawa. Aku juga egois tapi egoisnya aku hanya dengan satu orang, dan orang itu sekarang sudah tidak ada di hati aku. Aku paling suka ngumpul sama teman-teman baik itu di kampus atau di luar kampus seperti jalan-jalan ke mall, makan-makan juga. Jujur aku mempunyai sifat jelek, sifat jeleknya kalau aku sudah disakitin ma seseorang aku susah tuk memaafkan dia. Tidak hanya punya sifat jelek, aku juga punya sifat yang menurutku baik yaitu aku mudah berteman dengan siapa saja atau bias beradaptasi dengan orang lain dalam suasana yang baru. Itulah yang dapat saya bagikan mengenai siapa saya.

Label:

Sabtu, 07 November 2009

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

1. Apa yang saudara ketahui tentang komunikasi? Dari ketiga pengertian tentang komunikasi yang dikemukakan Keith Davis, Chester I Barnard maupun Koontz O’Donnell mana yang cenderung saudara setujui, mengapa?
Jawab
Komunikasi adalah suatu alat penyampaian informasi dari satu orang ke orang lain.
Saya lebih setuju pengertian dari Chester I Barnard, menurut dia komunikasi adalah suatu alat dimana orang-orang yang bersangkutan saling berhubungan satu sama lain dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan umum. Karena selain untuk memberikan informasi kepada orang lain, komunikasi juga bermanfaat untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2. Apa yang menjadi komponen penting agar komunikasi berjalan dengan lancar?
Jawab
- Harus ada si pembawa berita atau biasa disebut komunikator (Sender).
- Harus ada si penerima berita atau biasa disebut komunikan (Receiper).
- Berita atau informasi yang akan disampaikan.

3. Jelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi suatu komunikasi agar komunikasi tersebut berjalan dengan baik dan berhasil!
Jawab
- Jelas, yaitu dinyatakan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh si penerima berita.
- Tepat, alam hal orang yang dituju untuk diberi berita atau informasi yang perlu disampaikan.
- Sasaran, tujuan pemberian berita atau informasi sebaiknya sesuai dengan yang diharapkan si pengirim.

4. Jelaskan perbedaan antara One Way Traffic dan Two Way Traffic. Berikan contohnya!
Jawab
One Way Traffic adalah komunikasi satu arah yang artinya komunikasi ini terjadi jika seseorang yang mengirim berita tidak bermaksud untuk menerima umpan balik(respon) dari orang yang menerimanya secara langsung, sedangkan Two Way Traffic adalah komunikasi yang terjadi antara seseorang dengan orang lain dimana kedua orang tersebut sama-sama aktif dalam memberikan tanggapan.

Contohnya:
One Way Traffic, atasan memerintahkan bawahnnya untuk membuat laporan perubahan jadwal.
Two Way Traffic, Sesama teman atau sesame karyawan yang berada dalam tingkatan struktur organisasi yang sama.

5. Jelaskan cara menghitung jumlah arus tata hubungan yang ada dalam suatu organisasi yang anggotanya selalu bertambah menurut JE Walfers!

6. Jelaskan perbedaan komunikasi langsung dan tak langsung. Dari kedua komunikasi tersebut mana yang lebih baik? Mengapa?
Jawab
Komunikasi langsung cara menyampaikan berita, laporan maupun perintah antara si pengirim berita (komunikator) kepada si penerima berita (komunikan) dilakukan secara langsung. Sedangkan komunikasi tak langsung dalam menyampaikan berita tidak secara langsung.
Menurut saya yang lebih baik adalah komunikasi langsung karena di samping kita bertemu dengan komunikator maupun komunikannya jika ada hal yang belum dimengerti kita dapat langsung bertanya kepada orang tersebut.

7. Apa manfaat yang bisa diperoleh kalau seorang manajer bisa memanfaatkan “The Grapevine” yang ada pada suatu organisasi?
Jawab
Agar seorang manajer dapat memakai jalur ini untuuk memperlancar berjalannya komunikasi formal perusahaan dan jangan sampai mengakibatkan timbulnya desas desus yang meresahkan karyawan.

8. Jelaskan sumbangan komunikasi terhadap terciptanya koordinasi dalam suatu organisasi!
Jawab
Tercapainya suatu koordinasi dalam anggota organisasi.

9. Gambarkan hubungan antara komunikasi, kerjasama, dan koordinasi. Apa manfaat yang diperoleh dengan mengetahui hubungan antara ketiganya tersebut!
Jawab
Komunikasi yang tepat menghasilkan suatu koordinasi dan kerjasama .
Manfaat yang diperoleh yaitu dapat mencapai tujuan secara efisien.

10. Apa saja yang saudara ketahui tentang hubungan komunikasi dalam SIM?
Jawab
Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem formal mengenai hal melaporkan, menggolongkan dan menyebarkan informasi kepda orang yang tepat dalam suatu organisasi dan organisasi tidak mungkin berada tanpa komunikasi. Jadi komunikasi diperlukan dalam sistem informasi manajemen.

Label: